Archive | Uncategorized RSS feed for this section
Image

Baekhyun,Sehun at Korean Music Wave 15 Maret 2013

23 Mar

Baekhyun,Sehun at Korean Music Wave 15 Maret 2013

Baekhyun kelihatan casual dengan rambut barunya,dan sehun yang terlihat sedang menyanyi lucu jugaa ^^

Advertisements
Image

Sehun at Incheon Airport

23 Mar

Sehun at Incheon Airport

Disini sehun nya keliatan ganteng,dengan rambut blonde nya

Fanfiction SNSD dan EXO bertukar Jiwa

23 Mar


MARET 18, 2013
 BY BACONYEOJACHINGU

EXO DAN SNSD BERTUKAR JIWA #Chapter 2

 

Title       : EXO dan SNSD Bertukar Jiwa????
Author  : Baconyeojachingu
Pairing  : kim Joon Myun a.k.a Suho & Kim Tae Yeon  #mian marganya sama
Byun Baek Hyun & Tiffany Hwang a.k.a Hwang Mi Young
Park Chan Yeol & Jessica Jung a.k.a Jung Soo Yeon
Do Kyung Soo a.k.a D.O & Sunny a.k.a Lee Sun Kyu
Kim Jong In a.k.a Kai & Yoona a.k.a Im Yoon Ah
Oh se Hun & Seo Hyun a.k.a Seo Joo Hyun
Genre   : Comedy, romance, friendship, Fantasy, Schoollife
Rating   : PG 15
Length  : Chapter

Annyeong readerdeul!!! Baconyeojachingu here! Mian, kyaknya ff ini telat bgt publishnya. Jweisonghamnida… #membungkuk45derajat.

Kyaknya skrg author harus mengklarifikasi sesuatu nih! Di chap satu kemaren kyak nya kai pingsan gegara aegyo jadi kontroversi ya, bnyak bgt yg komen soal itu, huhuhu.. T_T readerdeul ketahuilah bahwa sesungguhnya author juga suka KAI… mian bgt dia dinistakan di chap kmren, author janji deh, akan berusaha keras mencari celah untuk menistakan member EXO yang lain, dan pliss tlg jangan ada yg protes, ntar semua kebagian, bener author akan usahakan itu. Dan mian ya k lo nanti malah gak tercapai… #ditendang readers

Trus ada lagi yg perlu author sampaikan, karakter member EXO di sini gak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan, ada yg author karang2, yah bisa dibilang sedikit OOC alias Out Of Character, arachi? Jadi jangan bingung lagi ya…

Ah satu lagi, author mau kasih tutorial biar gak pusing bcanya… ntar kalo kalian nemuin yg begini Tiffany (Baekhyun), ini berarti badannya Tiffany tapi rohnya roh baekhyun, ngerti gak? Intinya yang di dalam kurung itu jiwanya yang di luar kurung badannya. Baekhyun (Tiffany) kalo ini berarti ngerti kan? Badannya badan Baekhyun, tapi rohnya roh Tiffany, arachi? #reader:hadeuh thor pusing saya, ulangi donk. *author pingsan di pelukan baekkie. #digampar exotic+reader

Mian readerdeul, karena keterbatasan kemampuan, author Cuma bisa jelasin segitu, klo ada yg masih aja membingungkan dan ada yg mau ditanya silakan tulis di kolom komentar. Author harap readers gak ninggalin ff ini ya? Diikuti terus ya? Ok, yg terakhir seperti biasa, NO SIDERS, NO BASH, NO PLAGIATOR!!!

Baconyeojachingu preset

ENJOY IT

^_~bbuing bbuing^_~

 

Author’s POV

Pukul 21.00 KST, rumah sakit Gyong phil ramai penuh dengan hiruk pikuk keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi setengah jam yang lalu. Lorong rumah sakit gaduh penuh dengan tangisan keluarga korban. Suasana di tempat itu begitu ramai mengingat kini dua belas kamar terisi penuh oleh korban kecelakaan. Dokter dan suster berjalan keluar masuk sibuk dengan kegiatan mereka di ruang rawat pasien.

“Chagi, eotteokhae???” seorang ajumma menangis di pundak suaminya mengingat sekarang putra  kesayangannya tengah tak sadarkan diri di dalam sana. Si ajussi berusaha menenangkan istrinya dengan mengelus pelan rambut yeoja tersebut.

Hal itu tidak hanya terjadi pada mereka. Banyak yang bahkan lebih parah dari mereka, ada yang sampai menangis dengan volume keras tanpa ada yang menemaninya. Tampaknya ajumma itu hanya tinggal berdua dengan anaknya yang kini tengah diperiksa dokter di ruang rawat. Hal itu terbukti dengan menangisnya si ajumma tanpa ada yang menemani dia.

Beberapa dokter keluar dari ruang rawat masing-masing dan hal itu spontan membuat keluarga korban segera mengerumuni dokter-dokter itu.

“Bagaimana keadaan suho anak saya dok?” Tanya ajumma yang menangis di pundak suaminya tadi. “Lukanya memang agak parah, tapi untunglah dia selamat. “ seusai ucapan dokter itu, si ajumma tersenyum mendengar anak kesayangannya itu masih selamat.

Sementara itu di sisi lain, seorang ajumma jatuh terduduk di lantai mendengar perkataan dokter di depannya. Anaknya Oh sehun koma dikarenakan sehun mendapat luka paling parah diantara semua korban. Ajumma itu menatap kosong ke sekitar, air matanya meleleh begitu saja. Bahkan saking shock nya, ia tak bisa mengeluarkan tangisannya dalam bentuk isakan. Ia hanya diam tapi air matanya terus jatuh tanpa terkendali.

Para keluarga dipersilahkan menjenguk keluarga masing-masing. Dengan terburu-buru, mereka semua berhamburan ke kamar pasien tak sabar ingin melihat keadaan anak masing-masing.

Tampak saat ini, namja bernama Oh Se Hun terbaring lemah dengan banyak selang yang menghiasi tubuhnya. Tangan kanan dan leher namja itu dibalut gips pertanda tulangnya di kedua daerah itu patah.

Seorang ajumma yang tampaknya adalah eomma namja itu mendekat perlahan masih diiringi derai air mata. Anak kebanggaannya itu tengah terbaring lemah tak berdaya dan dinyatakan koma. Koma, antara hidup dan mati, sungguh menyedihkan melihat anak satu-satunya tengah berjuang melawan maut. Sungguh, eommanya tidak ingin kalau Sehun harus menyusul appanya secepat ini. Umur sehun masih menginjak enam belas, bagaimana mungkin ia bisa merelakan anaknya itu di usia semuda ini.

^_~bbuing bbuing^_~

Baek Hyun’s POV

Aku bangun dan mengerjap-erjapkan mataku berusaha membiasakan cahaya lampu yang masuk. Kupandangi daerah sekitar yang menurutku asing ini. Semua putih dan bau obat menyengat menyadarkanku bahwa tempat ini adalah rumah sakit. Aku mulai mengingat kejadian beberapa saat yang lalu dimana mobil yang kutumpangi dengan teman-temanku bertabrakan dengan mobil lain hingga menyebabkan mobil yang sedang kami gunakan terbalik sanking kerasnya menabrak mobil itu.

Aku mendesah nafas panjang. Kupandangi punggung tanganku yang terhubung dengan selang infus yang tergantung di sebuah tiang besi. Mataku melebar begitu menyadari keanehan pada kuku milikku. Kuku ku tumbuh agak panjang dan dicat bening. Sejak kapan aku mencat kuku begini? Kepandangi kuku di tanganku yang lain dan aku sangat shock menemukan kesamaan di kedua kuku jariku tersebut. Aku menjamah puncak kepalaku dan aku hanya bisa menganga lebar saat merasakan rambutku tumbuh panjang. Aku menariknya agak ke depan hingga dapat kulihat rambut gelombang berwarna cokelat terang. #warna rambut sesuai poster ya.

Aku bergegas turun dari ranjang sambil menyeret tiang infus lalu bergegas masuk ke toilet yang ada di ruang inapku sekarang. “AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!” aku menjerit kencang saat melihat pantulan wajahku di cermin. Bagaimana mungkin aku melihat Tiffany di pantulan wajahku sendiri. Aku mengerjap-erjapkan mataku lalu melihat lagi ke cermin. Kali ini aku memperhatikannya dengan lekat siapa tau tadi aku hanya salah lihat. Namun, sudah beberapa kali aku mengerjapkan mata, wajah Tiffany masih saja menghiasi cermin di depanku.  Aku memukul pipiku sendiri, siapa atu ini hanya mimpi. Namun, aku merasakan panas di bekas pukulanku, berarti ini nyata.

CLEK. Pintu toilet dibuka seorang ajumma yang tidak kunenal. Aku memandangnya takut, “nuguseyo ajumma?” Tanyaku yang kini sudah bersandar di badan wastafel.

“wae gurae Fany-ya?” ajumma itu terus berjalan mendekat membuatku semakin takut. Dimana eomma, appa, dan dongsaengku? Kenapa malah ajumma ini yang ada di depanku?

Aku berjalan mundur takut melihat si ajumma. Aku terus mundur hingga punggungku menabrak dinding toilet. “siapa kau? Mau apa kau eoh?” si ajumma memandangku sendu. Ajussi di sampingnya keluar sejenak dan kembali membawa seorang ajussi memakai pakaian putih-putih. Aku yakin ajussi itu adalah seorang dokter melihat stetoskop yang melingkar di lehernya.

Dokter yang dibawa ajussi tadi mendekat ke arahku. “tenang Fany-ssi, semuanya baik-baik saja, mari saya periksa sebentar!” ujar si dokter. Saat ia mendekat dapat kurasakan benda tajam dan runcing menancap di pinggangku dan saat itu juga pandanganku mengabur dan semuanya menjadi gelap.

Author’s POV

Suasana rumah sakit yang sempat tenang kembali kacau akibat dari jeritan para pasien korban kecelakaan kemarin malam. Dokter bergegas membawa jarum suntik berisi obat tidur untuk menenangkan pasien-pasiennya tersebut.

Choi uisanim baru saja member obat tidur pada Tiffany pasiennya saat yeoja itu menjerit-jerit di toilet. “Jangan cemas. Tiffany hanya shock akibat kecelakaan yang menimpanya. Lambat-laub dia pasti akan membaik. “  jelas choi uisanim pada orang tua Tiffany.

“Tapi, kenapa Tiffany tidak mengenali kami dok?” Tanya sepasang ajumma dan ajussi yang tengah duduk di pinggir ranjang tempat Tiffany berbaring.  “Ya, menurut pemeriksaan semua dokter tidak ada masalah ingatan pada semua pasien, mereka hanya shock, anda tidak perlu khawatir.”

^_~bbuing bbuing^_~

                Seperti Tiffany, seorang namja  yang juga korban dari kecelakaan lalu lintas kemarin malam menjerit histeris saat melihat dirinya sendiri di cermin. Namja itu bernama Park Chan Yeol. “HUWWEEEEEEE…. Kenapa wajah si jelek ini ada di  sini… suara apa ini? Suaranya jelek sekali huweeee….” Isak Chan Yeol (Jessica) dengan suara beratnya. “huwee, kenapa suara ajussi ini menjadi suaraku??” gerutunya lagi. Nasib Chan Yeol tentu tak jauh beda dengan Tiffany yang disuntik obat penenang.

Semua pasien berontak. Suara jeritan terdengar di seluruh penjuru rumah sakit kecuali di dua kamar, yaitu kamar Oh Se Hun dan Seo Joo Hyun. Sehun memang masih koma, sedangkan Seo Hyun, entahlah sepertinya ia tidak panik seperti teman-temannya yang lain. Yeoja itu dengan santainya menyantap bubur yang diberikan oleh ajumma yang sepertinya tidak ia kenal. ‘mungkin ajumma ini menjual bubur di kantin rumah sakit’ batin Seo Hyun (Sehun).

Kira-kira dua jam setelahnya Tiffany (Baekhyun) terbangun.  Ia memegangi kepalanya yang masih terasa berputar-putar. Ia mengernyitkan dahi sejenak untuk menghalau rasa nyut-nyutan di kepalanya.

“Kau sudah sadar nak? Eomma dan appa sangat khawatir melihatmu kondisimu tadi.” Tiffany (Baekhyun) menoleh ke samping pada si sumber suara. ‘Ajumma yang tadi’ pikirnya. ‘Kenapa aku bisa ada dalam tubuh yeoja ini?’ batinnya.

“Jeogi, aku… aku… aku ingin melihat keadaan teman-temanku yang lain.” Ucap Tiffany (Baekhyun) yang tampaknya masih ragu untuk memanggil orang di hadapannya sebagai eomma dan appa.

Sepasang ajumma dan ajussi itu tersenyum tipis menandakan bahwa Tiffany (Baekhyun) diizinkan menengok temannya di kamar sebelah. Mrs. Hwang membantu Tiffany (Baekhyun) bangkit yang dibalas senyuman kaku dari putrinya itu.

Tiffany (Baekhyun) berjalan keluar kamarnya sambil menyeret tiang infus yang masih terhubung ke punggung tangannya. Ia mengetuk pintu kamar yang terletak tepat di samping kamarnya. Seorang ajumma menoleh lalu mengisyaratkan Tiffany (Baekhyun) untuk masuk. Namja yang menghuni kamar itu adalah Oh Sehun. Selang yang mendominasi tubuh namja itu belum berkurang satu pun pertanda keadaannya yang belum juga membaik.

“Annyeonghaseyo ajumma!” Tiffany member salam pada si ajumma yang ia yakin adalah eomma dari Sehun. Ajumma itu tersenyum. Nampak sekali matanya sembab pertanda air matanya yang terus mengucur semalaman ini melihat keadaan anaknya.

“Aku temannya Oh Sehun ajumma!” ucap Tiffany ( Baekhyun) “Ajumma istirahatlah dulu, biar aku yang menjaga sehun sebentar!” sambungnya.

“Apa kau ini yeojachingunya?” Tanya ajumma itu sontak membuat Tiffany (Baekhyun) terkejut. “A…A…Aniyo…” bantahnya cepat. ‘seandainya ajumma tau aku ini namja.’ Sambung Tiffany (Baekhyun) dalam hati.

“Gurae. Ajumma ingin pulang sebentar ke rumah, kau mau kan menemaninya sebentar di sini?”

“Ne.” Tiffany (Baekhyun) menunduk saat ibu sehun berdiri.

Tiffany ( Baekhyun) memandangi si ajumma yang menghilang di balik pintu. Selanjutnya ia duduk di pinggir ranjang tempat si ajumma duduk tadi. Ia menggenggam telapak tangan sehun yang juga dihubungkan dengan selang infus sama seperti dirinya saat ini. “mianhaeyo sehun-a, semua ini karena aku dan chan yeol yang mengajakmu bercanda terus-menerus. Kalau saja aku dan chan yeol tidak mengajakmu tertawa pasti kau tidak akan terbaring di sini.” Sesal tiffany (baekhyun).

Sementara itu di luar sana seorang namja dengan wajah yang tidak menentu tengah mondar-mandir di depan pintu kamar Sehun. Ia melihat sosok seorang yeoja yang memunggunginya yang ia yakini merupakan Tiffany teman baiknya. Ia ingin menceritakan hal aneh yang baru saja ia alami saat terbangun tadi. Namun tampaknya ia masih ragu. ‘ ah, tiffany percaya tidak ya? Bagaimana kalau dia mengira aku gila? Arrrggghhh!!!’ namja itu mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” Tanya Kai (Yoona) yang baru saja tiba di depan kamar Sehun. “Oh, Kai-ssi. Itu… emm… aku ingin menemui sehun, tapi sepertinya Tiffany ada di dalam” ucap Suho (Taeyeon) berbohong.

“Mwo? Tiffany ada di dalam?” Kai (Yoona) serasa tidak percaya mendengar ucapan Suho (Taeyeon). ‘ada apa tiffany di kamar sehun?’ batin Kai (Yoona).

Detik selanjutnya Yoona mengetuk pintu kamar membuat yeoja di dalamnya berbalik menatap ke pintu. Yeoja itu bangkit lalu berjalan menuju pintu. “Waeyo Kai-ssi?” Tanya Tiffany (Baekhyun) pada orang yang baru saja mengetuk pintu. Mereka bertiga terlihat sangat aneh karena ketiganya berpura-pura menjadi orang lain, tanpa mereka ketahui nasib mereka sama saja. Tertukar.

“Ya… neon jeongmal Tiffany ya?” Suho (Tae Yeon)  mendekat.

“M…m…Mwoo?” Tiffany (Baekhyun) benar-benar gelagapan mendengar pertanyaan Suho ( Taeyeon). Jika ia bilang dia bukan Tiffany bukankah kedengarannya sangat aneh?

“aku tau pasti sangat sulit untuk mempercayai ini, tapi aku benar-benar bukan Suho.” Ucap Suho (Taeyeon) membuat dua orang di hadapannya mlotot lebar.

“Ya.. aku juga bukan Kai.” Kai ( Yoona) memandang yakin pada dua orang di depannya.

“Na do…” ucap Tiffany (Baekhyun) lemah.

“ Geureom neon nuguya?” Tanya Kai ( Yoona ) pada Suho (Taeyeon).

“Aku… aku.. Tae.. Taeyeon…”

“Mwo? TAEYEON?” teriak dua orang yang baru saja tiba.

“Kau Tae Yeon?” tunjuk Taeyeon (Suho) yang dibalas anggukan dari orang yang ditunjuk .

“Ya… Neon nuguya?” tunjuk Tiffany ( Baekhyun) pada Baekhyun ( Tiffany ).

“Na Tiffany… “ jawab Bakhyun (Tiffany).

Mereka membeku sesaat. Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiffany, Baekhyun, Suho, Taeyon, kai, yoona, Jessica, Chanyeol, Sunny, dan kyungsoo akhirnya mulai mengetahu keanehan yang terjadi di antara mereka. Tiffany tertukar dengan Baekhyun, Suho dengan Taeyeon, Chan Yeol dengan Jessica, dan  Sunny dengan Kyungsoo. Mereka masuk ke kamar sehun lalu duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Suasana masih hening karena semua orng di sana masih sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Seo hyun ada dimana?” Tanya yoona akhirnya.

“Kalau ia sedang sial pasti tertukar dengan sehun.” Ucap Jessica.

Beberapa dari mereka menghela nafas berat. Mereka masih sulit untuk memahami kondisi saat ini.  Tak lama seseorang dengan pakaian pasien masuk ke ruangan itu. Ia menyeret tiang infus sama seperti beberaa temannya.

“neon nuguya?” Tanya taeyeon (suho). Yang ditanya hanya memandang seisi ruangan bingung. Dia merasa pertanyaan itu terlalu aneh untuk diucapkan padanya.

“Aku sehun.” Ia tampak ragu apalagi saat memandangi wajah-wajah dengan ekspresi aneh di depannya.

“ Kalau kau sehun, lalu itu siapa?” Tanya Tiffany (Baekhyun) sambil menunjuk seorang namja yang tengah terbaring lemah di ranjang di ruangan itu.

Orang itu berjalan mndekati ranjang untuk melihat wajah orang yang dimaksud dengan lebih jelas. “siapa yang kau lihat di sana?” Tanya Yoona (Kai)

“Aku.” Jawabnya santai. Namun baru beberapa detik, matanya melebar seketika menemukan badannya terbaring lemah tapi dia ada di sini. Saat ia menoleh ke samping sebuah cermin telah menantinya. Ia memandang pantulan bayangan itu di cermin lalu menganga lebar.

“Kau yakin kau sehun?” Tanya orang yang menyodorkan cermin yang tak lain dan tak bukan adalah Taeyeon (Suho).  “Ya… aku ini benar-benar sehun, tapi kenapa aku menjadi seo hyun?”

Sunny (Kyung soo) mendekat. “ jangan bilang kau tidak menyadarinya sejak awal.” Ucapnya diiringi tatapan aneh.

Seo hyun (sehun) terihat menggigit bibir bawahnya pertanda bahwa dia sedang kebingungan saat ini. “ geuge… mm… aku benar-benar tidak menyadarinya. “ pandangannya menyapu lantai ruangan tak beraturan.

“Aigoo, oh sehun kenapa kau sangat lamban, eoh? “ Tae yeon (suho) memandang iba pada Seo hyun (sehun).

“Kau juga untuk apa memperhatikanku eoh? Snsd dan exo kan musuh!”

“Aigoo, babo! Neon jeongmal jeongmal babo!” Taeyeon (suho) mendaratkan kepalan tangannya tepat di kepala seo hyun (sehun).

“Auh appo!” seo hyun ( sehun) meringis sambil mengelus-elus puncak kepalanya yang terasa berdenyut perih.

“Dengar baik-baik ya! Aku ini suho.” Ucap Taeyeon (suho) sambil mencengkram pundak seo hyun (sehun).

“MWO?”  Seo hyun (sehun) membelalakkan matanya tak percaya.

“Gurae. Aku tau ini terlalu mengejutkan buatmu. Tapi kau harus percaya bahwa sekarang snsd dan exo tertukar…” ucap Taeyeon (suho) dengan yakin.

Selanjutnya ia mengajak seo hyun (sehun) untuk duduk di sofa bergabung dengan yang lain. Ia menjelaskan semua yang terjadi pada seo hyun (sehun) dengan sangat hati-hati, pelan-pelan, hingga seo hyun (sehun) yang memang agak lamban itu dapat mengerti dengan baik.

Seo Hyun (sehun) mengangguk-angguk paham. Berarti yang sdang terbaring saat ini adalah seo hyun dengan tubuh sehun.  “Kasihan sekali seo hyun!” gumam seo hyun (sehun) yang dibalas teriakan kencang dari member snsd yang kini sudah memiliki suara berat seorang namja. “ KAU BARU SADAR SEKARANG EOH????”

Suasana hening sejenak sebelum akhirnya Chan yeol (Jessica) meringis sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. “huweee, kenapa nasibku malang sekali mendapat suara seperti ajussi begini?”

Ucapan chan yeol (Jessica) sukses melahirkan death glare mematikan dari ekor mata Jessica (chanyeol). “Kau piker aku senang punya suara cempreng begini. Cih, kau menghina suaraku yang berwibawa itu semnetara suaramu sendiri seperti kaleng bekas!” balasnya tajam.

“MWO? Berwibawa? Kaleng bekas? Neo michyeosseo? Jugullae??”

“Gurae. Wae?”

“Ya ya ya… kalian pikir ini waktu yang tepat untuk berdebat? Aku juga tidak ingin terperangkap di tubuh hitam ini, tapi mau bagaimana lagi? Kita sudah tidak punya pilihan. Jadi tolong jaga sikap kalian!” ucap kai (yoona) yang justru membuat Kai asli yang terperangkap dalam tubuh yoona menatapnya tajam. “Hitam katamu? Kau pikir badanmu bagaimana? Sangat kecil, kurus, tidak enak dilihat, tidak brtenaga, blablabla..”

“STOP !!! Aigoo… ckckckckck… apa gunanya kalian saling mnghina begitu? Semuanya sudah terlanjur, terima saja. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah mencari cara untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala.” Ucap kyung soo yang berada di badan sunny.

“Geundae…” kali ini seo hyun (sehun yang buka suara. Semua mata tertuju padanya pertanda mereka ingin mendengar kelanjutan ucapan seo hyun (sehun). “Bagaimana nanti kita mandi?” ucapannya spontan membuat suasana menjadi tegang, canggung, dan hening. Semua orang sibuk dengan pikiran masing-masing. Taeyeon (suho) beberapa kali sudah mengeluarkan dehemannya namun suasana tak juga membaik. Tiffany (Baekhyun) mengelus leher belakangnya canggung. “Aish jinjja! Seo hyun sangat beruntung karena tidak perlu mandi!” ucap seo hyun (sehun) yang justru memperparah kecanggungan.

“Ya Kim joon myun, pastikan kau memakai baju saat mandi, arasseo?” Suho (Taeyeon) memperingatinya.

Yang diperingati memandang malas. “kau pikir aku tertarik untuk melihat tubuhmu eoh? Sebaiknya kau yang memakai baju saat mandi !”

“Geumanhaeyo.. kita memang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Semuanya harap perhatikan, ‘pakai pakaian saat kalian mandi’ jangan ada yang melanggar, arasseo?” Baekhyun (Tiffany) memperingati lagi.

“Terutama kalian para namja! Aku tidak yakin kalian bisa!” tuding kyung soo (Sunny) kea rah member exo.

“Apa maksudmu? Bukannya yeoja lebih maniak?” balas Yoona (kai).

“Dimana-mana yang mesum itu namja!” tuduh Kai (yoona).

“Aigoo, geumanhaeyo… “ tampaknya Sunny (Kyung soo ) mulai bosan dengan perdebatan antara makhluk-makhluk di hadapannya.

“ Gurae. Mulai saat ini bersikaplah seperti biasa. Kita tidak usah member tahu siapa-siapa mengenai masalah ini. Dan kita harus bekerja sama untuk mengembalikan semuanya seperti semula.” Ucap Suho (Taeyeon) yang dibalas anggukan dai semua orang.

CLEK, semua mata tertuju pada pintu saat seseorang memutar kenop dari luar. Orang itu adalah ibu sehun yang ternyata telah kembali.

“Aigoo, kalian teman-temannya sehun?” ucap ajumma itu dengan senyuman yang tak kunjung lepas dari bibirnya.

“Ne, annyeonghaseyo ajumma!” ucap mereka seraya menundukkan kepala masing-masing.

Ternyata yang datang say itu bukan hanya ibu sehun, tetapi juga beberapa gerombol orang yang merupakan utusan dari SM INTERNATIONAL HIGH SCHOOL yang datang menjenguk mereka. Kegiatan membesuk itu dipimpin oleh Choi saem selaku wali kelas.

“Annyeonghaseyo…” sapa choi saem pada ibu sehun diikuti oleh murid-murid lain yang berada di belakang choi saem.

^_~bbuing bbuing^_~

                Tempat itu sangat gelap. Hampir sedikit pun cahaya tak mnembus ruangan itu. Terdengar langkah seseorang dari luar. Langkahnya terdengar begitu ringan dan perlahan.  Langkah itu terhenti sejenak kemudian disusul bunyi kenop pintu yang diputar. Pintu berderit pertanda seseorang membukanya dan orang itu mengarahkan tangannya ke dinding dan ruangan yang tadinya gelap gulita berubah menjadi ruangan terang benderang yang menampakkan setting kamar tidur di dalamnya. Di sudut ruangan itu terdapat ranjang ukuran king size dengan tubuh seorang yeoja yang terbaring di atasnya. Namja-orang yang datang itu- mendekat kea rah tempat tidur lalu duduk di kursi yang terletak di pinggir ranjang itu. Ia memandangi yeoja di hadapannya penuh arti. Yeoja itu mengenakan dress putih agak panjang dengan rambut hitam panjang yang terurai rapi. Wajah yeoja itu pucat terutama bibirnya.

Perlahan namja itu meraih telapak tangan yeojanya. Tampak sekali ia memperhatikan cincin permata kecil yang tersemat di jari mainis yeoja itu. Ia memperhatikannya lekat dengan pandangan yang sulit diartikan. Tangannya yang lain kini tengah mendekati puncak kepala yeoja di hadapannya. Ia mendaratkan telapak tangannya di sana dengan lembut tanpa ada niat melukai yeoja itu. “  bertahanlah Sebentar lagi Yuri-ya…” ucapnya sambil mengelus lembut puncak kepala yeoja itu.

TBC

Aigoo, mianhae, sepertinya chapter 2  ini gaje sekali. Author ragu bgt waktu ngetik chap ini, author tkut banyak reader yang bingung dan gak melanjutkan bca ff ini. Huweee, jangan ya reader ya! Author akan buat chap 3 nanti dengan lebih baik. Lucu-lucuannya ntar ya kalo mereka uda balik ke sekolah. Kalo mereka lagi di RS author bingung mau buat lucunya dimana. Makanya author butuh saran dari reaerdeul biar ff ini makin baik ke depannya. Trus nanti kyaknya per chapter focus main cast nya beda-beda. Misalnya nanti di chap 3 ceritanya focus ke baekhyun-tiffany, nanti chap 4 focus ke Seohyun-sehun, gitu2 lah pokoknya. #ngomong apa sih? ok, komennya ditunggu ya chingudeul…. ^_^

About these ads

Fanfiction SNSD dan EXO bertukar Jiwa

23 Mar


MARET 18, 2013
 BY BACONYEOJACHINGU

EXO DAN SNSD BERTUKAR JIWA #Chapter 2

 

Title       : EXO dan SNSD Bertukar Jiwa????
Author  : Baconyeojachingu
Pairing  : kim Joon Myun a.k.a Suho & Kim Tae Yeon  #mian marganya sama
Byun Baek Hyun & Tiffany Hwang a.k.a Hwang Mi Young
Park Chan Yeol & Jessica Jung a.k.a Jung Soo Yeon
Do Kyung Soo a.k.a D.O & Sunny a.k.a Lee Sun Kyu
Kim Jong In a.k.a Kai & Yoona a.k.a Im Yoon Ah
Oh se Hun & Seo Hyun a.k.a Seo Joo Hyun
Genre   : Comedy, romance, friendship, Fantasy, Schoollife
Rating   : PG 15
Length  : Chapter

Annyeong readerdeul!!! Baconyeojachingu here! Mian, kyaknya ff ini telat bgt publishnya. Jweisonghamnida… #membungkuk45derajat.

Kyaknya skrg author harus mengklarifikasi sesuatu nih! Di chap satu kemaren kyak nya kai pingsan gegara aegyo jadi kontroversi ya, bnyak bgt yg komen soal itu, huhuhu.. T_T readerdeul ketahuilah bahwa sesungguhnya author juga suka KAI… mian bgt dia dinistakan di chap kmren, author janji deh, akan berusaha keras mencari celah untuk menistakan member EXO yang lain, dan pliss tlg jangan ada yg protes, ntar semua kebagian, bener author akan usahakan itu. Dan mian ya k lo nanti malah gak tercapai… #ditendang readers

Trus ada lagi yg perlu author sampaikan, karakter member EXO di sini gak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan, ada yg author karang2, yah bisa dibilang sedikit OOC alias Out Of Character, arachi? Jadi jangan bingung lagi ya…

Ah satu lagi, author mau kasih tutorial biar gak pusing bcanya… ntar kalo kalian nemuin yg begini Tiffany (Baekhyun), ini berarti badannya Tiffany tapi rohnya roh baekhyun, ngerti gak? Intinya yang di dalam kurung itu jiwanya yang di luar kurung badannya. Baekhyun (Tiffany) kalo ini berarti ngerti kan? Badannya badan Baekhyun, tapi rohnya roh Tiffany, arachi? #reader:hadeuh thor pusing saya, ulangi donk. *author pingsan di pelukan baekkie. #digampar exotic+reader

Mian readerdeul, karena keterbatasan kemampuan, author Cuma bisa jelasin segitu, klo ada yg masih aja membingungkan dan ada yg mau ditanya silakan tulis di kolom komentar. Author harap readers gak ninggalin ff ini ya? Diikuti terus ya? Ok, yg terakhir seperti biasa, NO SIDERS, NO BASH, NO PLAGIATOR!!!

Baconyeojachingu preset

ENJOY IT

^_~bbuing bbuing^_~

 

Author’s POV

Pukul 21.00 KST, rumah sakit Gyong phil ramai penuh dengan hiruk pikuk keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi setengah jam yang lalu. Lorong rumah sakit gaduh penuh dengan tangisan keluarga korban. Suasana di tempat itu begitu ramai mengingat kini dua belas kamar terisi penuh oleh korban kecelakaan. Dokter dan suster berjalan keluar masuk sibuk dengan kegiatan mereka di ruang rawat pasien.

“Chagi, eotteokhae???” seorang ajumma menangis di pundak suaminya mengingat sekarang putra  kesayangannya tengah tak sadarkan diri di dalam sana. Si ajussi berusaha menenangkan istrinya dengan mengelus pelan rambut yeoja tersebut.

Hal itu tidak hanya terjadi pada mereka. Banyak yang bahkan lebih parah dari mereka, ada yang sampai menangis dengan volume keras tanpa ada yang menemaninya. Tampaknya ajumma itu hanya tinggal berdua dengan anaknya yang kini tengah diperiksa dokter di ruang rawat. Hal itu terbukti dengan menangisnya si ajumma tanpa ada yang menemani dia.

Beberapa dokter keluar dari ruang rawat masing-masing dan hal itu spontan membuat keluarga korban segera mengerumuni dokter-dokter itu.

“Bagaimana keadaan suho anak saya dok?” Tanya ajumma yang menangis di pundak suaminya tadi. “Lukanya memang agak parah, tapi untunglah dia selamat. “ seusai ucapan dokter itu, si ajumma tersenyum mendengar anak kesayangannya itu masih selamat.

Sementara itu di sisi lain, seorang ajumma jatuh terduduk di lantai mendengar perkataan dokter di depannya. Anaknya Oh sehun koma dikarenakan sehun mendapat luka paling parah diantara semua korban. Ajumma itu menatap kosong ke sekitar, air matanya meleleh begitu saja. Bahkan saking shock nya, ia tak bisa mengeluarkan tangisannya dalam bentuk isakan. Ia hanya diam tapi air matanya terus jatuh tanpa terkendali.

Para keluarga dipersilahkan menjenguk keluarga masing-masing. Dengan terburu-buru, mereka semua berhamburan ke kamar pasien tak sabar ingin melihat keadaan anak masing-masing.

Tampak saat ini, namja bernama Oh Se Hun terbaring lemah dengan banyak selang yang menghiasi tubuhnya. Tangan kanan dan leher namja itu dibalut gips pertanda tulangnya di kedua daerah itu patah.

Seorang ajumma yang tampaknya adalah eomma namja itu mendekat perlahan masih diiringi derai air mata. Anak kebanggaannya itu tengah terbaring lemah tak berdaya dan dinyatakan koma. Koma, antara hidup dan mati, sungguh menyedihkan melihat anak satu-satunya tengah berjuang melawan maut. Sungguh, eommanya tidak ingin kalau Sehun harus menyusul appanya secepat ini. Umur sehun masih menginjak enam belas, bagaimana mungkin ia bisa merelakan anaknya itu di usia semuda ini.

^_~bbuing bbuing^_~

Baek Hyun’s POV

Aku bangun dan mengerjap-erjapkan mataku berusaha membiasakan cahaya lampu yang masuk. Kupandangi daerah sekitar yang menurutku asing ini. Semua putih dan bau obat menyengat menyadarkanku bahwa tempat ini adalah rumah sakit. Aku mulai mengingat kejadian beberapa saat yang lalu dimana mobil yang kutumpangi dengan teman-temanku bertabrakan dengan mobil lain hingga menyebabkan mobil yang sedang kami gunakan terbalik sanking kerasnya menabrak mobil itu.

Aku mendesah nafas panjang. Kupandangi punggung tanganku yang terhubung dengan selang infus yang tergantung di sebuah tiang besi. Mataku melebar begitu menyadari keanehan pada kuku milikku. Kuku ku tumbuh agak panjang dan dicat bening. Sejak kapan aku mencat kuku begini? Kepandangi kuku di tanganku yang lain dan aku sangat shock menemukan kesamaan di kedua kuku jariku tersebut. Aku menjamah puncak kepalaku dan aku hanya bisa menganga lebar saat merasakan rambutku tumbuh panjang. Aku menariknya agak ke depan hingga dapat kulihat rambut gelombang berwarna cokelat terang. #warna rambut sesuai poster ya.

Aku bergegas turun dari ranjang sambil menyeret tiang infus lalu bergegas masuk ke toilet yang ada di ruang inapku sekarang. “AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!” aku menjerit kencang saat melihat pantulan wajahku di cermin. Bagaimana mungkin aku melihat Tiffany di pantulan wajahku sendiri. Aku mengerjap-erjapkan mataku lalu melihat lagi ke cermin. Kali ini aku memperhatikannya dengan lekat siapa tau tadi aku hanya salah lihat. Namun, sudah beberapa kali aku mengerjapkan mata, wajah Tiffany masih saja menghiasi cermin di depanku.  Aku memukul pipiku sendiri, siapa atu ini hanya mimpi. Namun, aku merasakan panas di bekas pukulanku, berarti ini nyata.

CLEK. Pintu toilet dibuka seorang ajumma yang tidak kunenal. Aku memandangnya takut, “nuguseyo ajumma?” Tanyaku yang kini sudah bersandar di badan wastafel.

“wae gurae Fany-ya?” ajumma itu terus berjalan mendekat membuatku semakin takut. Dimana eomma, appa, dan dongsaengku? Kenapa malah ajumma ini yang ada di depanku?

Aku berjalan mundur takut melihat si ajumma. Aku terus mundur hingga punggungku menabrak dinding toilet. “siapa kau? Mau apa kau eoh?” si ajumma memandangku sendu. Ajussi di sampingnya keluar sejenak dan kembali membawa seorang ajussi memakai pakaian putih-putih. Aku yakin ajussi itu adalah seorang dokter melihat stetoskop yang melingkar di lehernya.

Dokter yang dibawa ajussi tadi mendekat ke arahku. “tenang Fany-ssi, semuanya baik-baik saja, mari saya periksa sebentar!” ujar si dokter. Saat ia mendekat dapat kurasakan benda tajam dan runcing menancap di pinggangku dan saat itu juga pandanganku mengabur dan semuanya menjadi gelap.

Author’s POV

Suasana rumah sakit yang sempat tenang kembali kacau akibat dari jeritan para pasien korban kecelakaan kemarin malam. Dokter bergegas membawa jarum suntik berisi obat tidur untuk menenangkan pasien-pasiennya tersebut.

Choi uisanim baru saja member obat tidur pada Tiffany pasiennya saat yeoja itu menjerit-jerit di toilet. “Jangan cemas. Tiffany hanya shock akibat kecelakaan yang menimpanya. Lambat-laub dia pasti akan membaik. “  jelas choi uisanim pada orang tua Tiffany.

“Tapi, kenapa Tiffany tidak mengenali kami dok?” Tanya sepasang ajumma dan ajussi yang tengah duduk di pinggir ranjang tempat Tiffany berbaring.  “Ya, menurut pemeriksaan semua dokter tidak ada masalah ingatan pada semua pasien, mereka hanya shock, anda tidak perlu khawatir.”

^_~bbuing bbuing^_~

                Seperti Tiffany, seorang namja  yang juga korban dari kecelakaan lalu lintas kemarin malam menjerit histeris saat melihat dirinya sendiri di cermin. Namja itu bernama Park Chan Yeol. “HUWWEEEEEEE…. Kenapa wajah si jelek ini ada di  sini… suara apa ini? Suaranya jelek sekali huweeee….” Isak Chan Yeol (Jessica) dengan suara beratnya. “huwee, kenapa suara ajussi ini menjadi suaraku??” gerutunya lagi. Nasib Chan Yeol tentu tak jauh beda dengan Tiffany yang disuntik obat penenang.

Semua pasien berontak. Suara jeritan terdengar di seluruh penjuru rumah sakit kecuali di dua kamar, yaitu kamar Oh Se Hun dan Seo Joo Hyun. Sehun memang masih koma, sedangkan Seo Hyun, entahlah sepertinya ia tidak panik seperti teman-temannya yang lain. Yeoja itu dengan santainya menyantap bubur yang diberikan oleh ajumma yang sepertinya tidak ia kenal. ‘mungkin ajumma ini menjual bubur di kantin rumah sakit’ batin Seo Hyun (Sehun).

Kira-kira dua jam setelahnya Tiffany (Baekhyun) terbangun.  Ia memegangi kepalanya yang masih terasa berputar-putar. Ia mengernyitkan dahi sejenak untuk menghalau rasa nyut-nyutan di kepalanya.

“Kau sudah sadar nak? Eomma dan appa sangat khawatir melihatmu kondisimu tadi.” Tiffany (Baekhyun) menoleh ke samping pada si sumber suara. ‘Ajumma yang tadi’ pikirnya. ‘Kenapa aku bisa ada dalam tubuh yeoja ini?’ batinnya.

“Jeogi, aku… aku… aku ingin melihat keadaan teman-temanku yang lain.” Ucap Tiffany (Baekhyun) yang tampaknya masih ragu untuk memanggil orang di hadapannya sebagai eomma dan appa.

Sepasang ajumma dan ajussi itu tersenyum tipis menandakan bahwa Tiffany (Baekhyun) diizinkan menengok temannya di kamar sebelah. Mrs. Hwang membantu Tiffany (Baekhyun) bangkit yang dibalas senyuman kaku dari putrinya itu.

Tiffany (Baekhyun) berjalan keluar kamarnya sambil menyeret tiang infus yang masih terhubung ke punggung tangannya. Ia mengetuk pintu kamar yang terletak tepat di samping kamarnya. Seorang ajumma menoleh lalu mengisyaratkan Tiffany (Baekhyun) untuk masuk. Namja yang menghuni kamar itu adalah Oh Sehun. Selang yang mendominasi tubuh namja itu belum berkurang satu pun pertanda keadaannya yang belum juga membaik.

“Annyeonghaseyo ajumma!” Tiffany member salam pada si ajumma yang ia yakin adalah eomma dari Sehun. Ajumma itu tersenyum. Nampak sekali matanya sembab pertanda air matanya yang terus mengucur semalaman ini melihat keadaan anaknya.

“Aku temannya Oh Sehun ajumma!” ucap Tiffany ( Baekhyun) “Ajumma istirahatlah dulu, biar aku yang menjaga sehun sebentar!” sambungnya.

“Apa kau ini yeojachingunya?” Tanya ajumma itu sontak membuat Tiffany (Baekhyun) terkejut. “A…A…Aniyo…” bantahnya cepat. ‘seandainya ajumma tau aku ini namja.’ Sambung Tiffany (Baekhyun) dalam hati.

“Gurae. Ajumma ingin pulang sebentar ke rumah, kau mau kan menemaninya sebentar di sini?”

“Ne.” Tiffany (Baekhyun) menunduk saat ibu sehun berdiri.

Tiffany ( Baekhyun) memandangi si ajumma yang menghilang di balik pintu. Selanjutnya ia duduk di pinggir ranjang tempat si ajumma duduk tadi. Ia menggenggam telapak tangan sehun yang juga dihubungkan dengan selang infus sama seperti dirinya saat ini. “mianhaeyo sehun-a, semua ini karena aku dan chan yeol yang mengajakmu bercanda terus-menerus. Kalau saja aku dan chan yeol tidak mengajakmu tertawa pasti kau tidak akan terbaring di sini.” Sesal tiffany (baekhyun).

Sementara itu di luar sana seorang namja dengan wajah yang tidak menentu tengah mondar-mandir di depan pintu kamar Sehun. Ia melihat sosok seorang yeoja yang memunggunginya yang ia yakini merupakan Tiffany teman baiknya. Ia ingin menceritakan hal aneh yang baru saja ia alami saat terbangun tadi. Namun tampaknya ia masih ragu. ‘ ah, tiffany percaya tidak ya? Bagaimana kalau dia mengira aku gila? Arrrggghhh!!!’ namja itu mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” Tanya Kai (Yoona) yang baru saja tiba di depan kamar Sehun. “Oh, Kai-ssi. Itu… emm… aku ingin menemui sehun, tapi sepertinya Tiffany ada di dalam” ucap Suho (Taeyeon) berbohong.

“Mwo? Tiffany ada di dalam?” Kai (Yoona) serasa tidak percaya mendengar ucapan Suho (Taeyeon). ‘ada apa tiffany di kamar sehun?’ batin Kai (Yoona).

Detik selanjutnya Yoona mengetuk pintu kamar membuat yeoja di dalamnya berbalik menatap ke pintu. Yeoja itu bangkit lalu berjalan menuju pintu. “Waeyo Kai-ssi?” Tanya Tiffany (Baekhyun) pada orang yang baru saja mengetuk pintu. Mereka bertiga terlihat sangat aneh karena ketiganya berpura-pura menjadi orang lain, tanpa mereka ketahui nasib mereka sama saja. Tertukar.

“Ya… neon jeongmal Tiffany ya?” Suho (Tae Yeon)  mendekat.

“M…m…Mwoo?” Tiffany (Baekhyun) benar-benar gelagapan mendengar pertanyaan Suho ( Taeyeon). Jika ia bilang dia bukan Tiffany bukankah kedengarannya sangat aneh?

“aku tau pasti sangat sulit untuk mempercayai ini, tapi aku benar-benar bukan Suho.” Ucap Suho (Taeyeon) membuat dua orang di hadapannya mlotot lebar.

“Ya.. aku juga bukan Kai.” Kai ( Yoona) memandang yakin pada dua orang di depannya.

“Na do…” ucap Tiffany (Baekhyun) lemah.

“ Geureom neon nuguya?” Tanya Kai ( Yoona ) pada Suho (Taeyeon).

“Aku… aku.. Tae.. Taeyeon…”

“Mwo? TAEYEON?” teriak dua orang yang baru saja tiba.

“Kau Tae Yeon?” tunjuk Taeyeon (Suho) yang dibalas anggukan dari orang yang ditunjuk .

“Ya… Neon nuguya?” tunjuk Tiffany ( Baekhyun) pada Baekhyun ( Tiffany ).

“Na Tiffany… “ jawab Bakhyun (Tiffany).

Mereka membeku sesaat. Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiffany, Baekhyun, Suho, Taeyon, kai, yoona, Jessica, Chanyeol, Sunny, dan kyungsoo akhirnya mulai mengetahu keanehan yang terjadi di antara mereka. Tiffany tertukar dengan Baekhyun, Suho dengan Taeyeon, Chan Yeol dengan Jessica, dan  Sunny dengan Kyungsoo. Mereka masuk ke kamar sehun lalu duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Suasana masih hening karena semua orng di sana masih sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Seo hyun ada dimana?” Tanya yoona akhirnya.

“Kalau ia sedang sial pasti tertukar dengan sehun.” Ucap Jessica.

Beberapa dari mereka menghela nafas berat. Mereka masih sulit untuk memahami kondisi saat ini.  Tak lama seseorang dengan pakaian pasien masuk ke ruangan itu. Ia menyeret tiang infus sama seperti beberaa temannya.

“neon nuguya?” Tanya taeyeon (suho). Yang ditanya hanya memandang seisi ruangan bingung. Dia merasa pertanyaan itu terlalu aneh untuk diucapkan padanya.

“Aku sehun.” Ia tampak ragu apalagi saat memandangi wajah-wajah dengan ekspresi aneh di depannya.

“ Kalau kau sehun, lalu itu siapa?” Tanya Tiffany (Baekhyun) sambil menunjuk seorang namja yang tengah terbaring lemah di ranjang di ruangan itu.

Orang itu berjalan mndekati ranjang untuk melihat wajah orang yang dimaksud dengan lebih jelas. “siapa yang kau lihat di sana?” Tanya Yoona (Kai)

“Aku.” Jawabnya santai. Namun baru beberapa detik, matanya melebar seketika menemukan badannya terbaring lemah tapi dia ada di sini. Saat ia menoleh ke samping sebuah cermin telah menantinya. Ia memandang pantulan bayangan itu di cermin lalu menganga lebar.

“Kau yakin kau sehun?” Tanya orang yang menyodorkan cermin yang tak lain dan tak bukan adalah Taeyeon (Suho).  “Ya… aku ini benar-benar sehun, tapi kenapa aku menjadi seo hyun?”

Sunny (Kyung soo) mendekat. “ jangan bilang kau tidak menyadarinya sejak awal.” Ucapnya diiringi tatapan aneh.

Seo hyun (sehun) terihat menggigit bibir bawahnya pertanda bahwa dia sedang kebingungan saat ini. “ geuge… mm… aku benar-benar tidak menyadarinya. “ pandangannya menyapu lantai ruangan tak beraturan.

“Aigoo, oh sehun kenapa kau sangat lamban, eoh? “ Tae yeon (suho) memandang iba pada Seo hyun (sehun).

“Kau juga untuk apa memperhatikanku eoh? Snsd dan exo kan musuh!”

“Aigoo, babo! Neon jeongmal jeongmal babo!” Taeyeon (suho) mendaratkan kepalan tangannya tepat di kepala seo hyun (sehun).

“Auh appo!” seo hyun ( sehun) meringis sambil mengelus-elus puncak kepalanya yang terasa berdenyut perih.

“Dengar baik-baik ya! Aku ini suho.” Ucap Taeyeon (suho) sambil mencengkram pundak seo hyun (sehun).

“MWO?”  Seo hyun (sehun) membelalakkan matanya tak percaya.

“Gurae. Aku tau ini terlalu mengejutkan buatmu. Tapi kau harus percaya bahwa sekarang snsd dan exo tertukar…” ucap Taeyeon (suho) dengan yakin.

Selanjutnya ia mengajak seo hyun (sehun) untuk duduk di sofa bergabung dengan yang lain. Ia menjelaskan semua yang terjadi pada seo hyun (sehun) dengan sangat hati-hati, pelan-pelan, hingga seo hyun (sehun) yang memang agak lamban itu dapat mengerti dengan baik.

Seo Hyun (sehun) mengangguk-angguk paham. Berarti yang sdang terbaring saat ini adalah seo hyun dengan tubuh sehun.  “Kasihan sekali seo hyun!” gumam seo hyun (sehun) yang dibalas teriakan kencang dari member snsd yang kini sudah memiliki suara berat seorang namja. “ KAU BARU SADAR SEKARANG EOH????”

Suasana hening sejenak sebelum akhirnya Chan yeol (Jessica) meringis sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. “huweee, kenapa nasibku malang sekali mendapat suara seperti ajussi begini?”

Ucapan chan yeol (Jessica) sukses melahirkan death glare mematikan dari ekor mata Jessica (chanyeol). “Kau piker aku senang punya suara cempreng begini. Cih, kau menghina suaraku yang berwibawa itu semnetara suaramu sendiri seperti kaleng bekas!” balasnya tajam.

“MWO? Berwibawa? Kaleng bekas? Neo michyeosseo? Jugullae??”

“Gurae. Wae?”

“Ya ya ya… kalian pikir ini waktu yang tepat untuk berdebat? Aku juga tidak ingin terperangkap di tubuh hitam ini, tapi mau bagaimana lagi? Kita sudah tidak punya pilihan. Jadi tolong jaga sikap kalian!” ucap kai (yoona) yang justru membuat Kai asli yang terperangkap dalam tubuh yoona menatapnya tajam. “Hitam katamu? Kau pikir badanmu bagaimana? Sangat kecil, kurus, tidak enak dilihat, tidak brtenaga, blablabla..”

“STOP !!! Aigoo… ckckckckck… apa gunanya kalian saling mnghina begitu? Semuanya sudah terlanjur, terima saja. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah mencari cara untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala.” Ucap kyung soo yang berada di badan sunny.

“Geundae…” kali ini seo hyun (sehun yang buka suara. Semua mata tertuju padanya pertanda mereka ingin mendengar kelanjutan ucapan seo hyun (sehun). “Bagaimana nanti kita mandi?” ucapannya spontan membuat suasana menjadi tegang, canggung, dan hening. Semua orang sibuk dengan pikiran masing-masing. Taeyeon (suho) beberapa kali sudah mengeluarkan dehemannya namun suasana tak juga membaik. Tiffany (Baekhyun) mengelus leher belakangnya canggung. “Aish jinjja! Seo hyun sangat beruntung karena tidak perlu mandi!” ucap seo hyun (sehun) yang justru memperparah kecanggungan.

“Ya Kim joon myun, pastikan kau memakai baju saat mandi, arasseo?” Suho (Taeyeon) memperingatinya.

Yang diperingati memandang malas. “kau pikir aku tertarik untuk melihat tubuhmu eoh? Sebaiknya kau yang memakai baju saat mandi !”

“Geumanhaeyo.. kita memang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Semuanya harap perhatikan, ‘pakai pakaian saat kalian mandi’ jangan ada yang melanggar, arasseo?” Baekhyun (Tiffany) memperingati lagi.

“Terutama kalian para namja! Aku tidak yakin kalian bisa!” tuding kyung soo (Sunny) kea rah member exo.

“Apa maksudmu? Bukannya yeoja lebih maniak?” balas Yoona (kai).

“Dimana-mana yang mesum itu namja!” tuduh Kai (yoona).

“Aigoo, geumanhaeyo… “ tampaknya Sunny (Kyung soo ) mulai bosan dengan perdebatan antara makhluk-makhluk di hadapannya.

“ Gurae. Mulai saat ini bersikaplah seperti biasa. Kita tidak usah member tahu siapa-siapa mengenai masalah ini. Dan kita harus bekerja sama untuk mengembalikan semuanya seperti semula.” Ucap Suho (Taeyeon) yang dibalas anggukan dai semua orang.

CLEK, semua mata tertuju pada pintu saat seseorang memutar kenop dari luar. Orang itu adalah ibu sehun yang ternyata telah kembali.

“Aigoo, kalian teman-temannya sehun?” ucap ajumma itu dengan senyuman yang tak kunjung lepas dari bibirnya.

“Ne, annyeonghaseyo ajumma!” ucap mereka seraya menundukkan kepala masing-masing.

Ternyata yang datang say itu bukan hanya ibu sehun, tetapi juga beberapa gerombol orang yang merupakan utusan dari SM INTERNATIONAL HIGH SCHOOL yang datang menjenguk mereka. Kegiatan membesuk itu dipimpin oleh Choi saem selaku wali kelas.

“Annyeonghaseyo…” sapa choi saem pada ibu sehun diikuti oleh murid-murid lain yang berada di belakang choi saem.

^_~bbuing bbuing^_~

                Tempat itu sangat gelap. Hampir sedikit pun cahaya tak mnembus ruangan itu. Terdengar langkah seseorang dari luar. Langkahnya terdengar begitu ringan dan perlahan.  Langkah itu terhenti sejenak kemudian disusul bunyi kenop pintu yang diputar. Pintu berderit pertanda seseorang membukanya dan orang itu mengarahkan tangannya ke dinding dan ruangan yang tadinya gelap gulita berubah menjadi ruangan terang benderang yang menampakkan setting kamar tidur di dalamnya. Di sudut ruangan itu terdapat ranjang ukuran king size dengan tubuh seorang yeoja yang terbaring di atasnya. Namja-orang yang datang itu- mendekat kea rah tempat tidur lalu duduk di kursi yang terletak di pinggir ranjang itu. Ia memandangi yeoja di hadapannya penuh arti. Yeoja itu mengenakan dress putih agak panjang dengan rambut hitam panjang yang terurai rapi. Wajah yeoja itu pucat terutama bibirnya.

Perlahan namja itu meraih telapak tangan yeojanya. Tampak sekali ia memperhatikan cincin permata kecil yang tersemat di jari mainis yeoja itu. Ia memperhatikannya lekat dengan pandangan yang sulit diartikan. Tangannya yang lain kini tengah mendekati puncak kepala yeoja di hadapannya. Ia mendaratkan telapak tangannya di sana dengan lembut tanpa ada niat melukai yeoja itu. “  bertahanlah Sebentar lagi Yuri-ya…” ucapnya sambil mengelus lembut puncak kepala yeoja itu.

TBC

Aigoo, mianhae, sepertinya chapter 2  ini gaje sekali. Author ragu bgt waktu ngetik chap ini, author tkut banyak reader yang bingung dan gak melanjutkan bca ff ini. Huweee, jangan ya reader ya! Author akan buat chap 3 nanti dengan lebih baik. Lucu-lucuannya ntar ya kalo mereka uda balik ke sekolah. Kalo mereka lagi di RS author bingung mau buat lucunya dimana. Makanya author butuh saran dari reaerdeul biar ff ini makin baik ke depannya. Trus nanti kyaknya per chapter focus main cast nya beda-beda. Misalnya nanti di chap 3 ceritanya focus ke baekhyun-tiffany, nanti chap 4 focus ke Seohyun-sehun, gitu2 lah pokoknya. #ngomong apa sih? ok, komennya ditunggu ya chingudeul…. ^_^

About these ads

Fanfiction Sehun EXO-K

23 Mar

FanFiction Sehun EXO-K Nge-Fly

Author:Ira Permata Sari

Cast:-Oh Se Hoon (Sehun) EXO-K

         -Kim Cheonsa (Cheonsa)

         -Member-member EXO

Judul:My Yeoboeya Sehun EXO-K

 

 

Pagi hari sekali Cheonsa sudah browsing internet,dan ada kabar bahwa akan ada boyband baru di SM Ent. Yaitu EXO kemudian Cheonsa melihat-lihat teaser member-member boyband nya,sewaktu SM me-reveal teaser boyband EXO yang di reveal ke 5 yaitu Sehun,Cheonsa sangat suka padanya dan Cheonsa berusaha mencari tahu profil Sehun,dan ternyata yang Cheonsa dapat hanyalah nama sekolah Sehun yaitu “School Of Perfoming Art (SOFA)” yang berada di kawasan Seoul,Korea Selatan,dan besok pagi Cheonsa akan mendatangi sekolah Sehun tersebut

 

*Pagi Hari Kemudian Cheonsa di SOFA sekolah Sehun

 

Sesampainya di sana Cheonsa menghela nafas sebentar,”Fyuuh…,dimana ya kelas Sehun member boyband EXO ituu?,aku harus tau”,ujar Cheonsa.Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Cheonsa,ketika Cheonsa membalikan badan,Cheonsa langsung kaget,ternyata yang dilihatnya seorang pria tinggi 181 cm,memiliki milky skin,dan rambut berwarna Blonde Brown, siapa lagi kalau bukan “Oh Se Hoon”,lalu Sehun bilang “Owh…kau mencari ku?”,dan Cheonsa menjawab “Ne,aku mencarimu Sehun,aku melihatmu di internet bahwa kau adalah member boyband baru yaitu EXO,aku suka padamu!,uupsss…”,ujar Cheonsa dengan ragu, lalu Sehun menjawab “Iya aku member EXO,waah kau suka padaku,tapii kali ini kau menjadi fans saja yaa,kan kita baru kenal,oh ya namamu siapa?”,Cheonsa menjawab “Emm…,namakau Kim Cheonsa,senang berkenalan dengan mu Sehun,ya kurasa betul aku jadi fans saja kali ini,tapi aku ingin kenal sekali denganmu”,dan Sehun menjawab “Nama yang bagus,oh jika kau ingin kenal sekali denganku bersekolah lah disini,aku akan menghampiri mu tiap bell istirahat,aku janji itu Cheonsa,oh ya lines mu berapa?”,cheonsa menjawab “Aku lines 95,umurku baru 17 tahun,aku lahir tanggal 9 Maret”,dan Sehun menjawab “Umm beda satu tahun dong denganku aku lines 94 aku lahir tanggal 12 April”,dan obrolan itu pun berakhir karena bell masuk sudah berbunyi,dan Sehun segera berlari ke kelas dan berteriak pada Cheonsa “Cheonsaaa…,aku tunggu kau sekolah disini,aku janji aku akan lebih kenal lagi denganmu”,dan Cheonsa menjawab “Iyaaa Sehun-shii aku janji”

 

*Keesokan Harinya

 

Pagi-pagi sekitar jam 08.00 Cheonsa menghampiri Eomma dan Appa nya yang sedang menonton TV dan Cheonsa bilang “Eomma dan Appa tolong pindahkan aku ke sekolah School of Perfoming Art,kumohon ituu”,dan Eomma Cheonsa menjawab “Memangnya kenapa Cheonsa,kau mau pindah dari sekolahmu?”,dan Cheonsa menjawab “Disana ada teman sewaktu SD dia sangat baik sekali padaku”,cheonsa berbohong,tetapi Eomma dan Appa Cheonsa  mengijinkannya pindah,tanpa berpikir panjang soal itu.

Keesokan harinya,hari pertama Cheonsa sekolah di Scool of Perfoming Art,Cheonsa mencari-cari Sehun dengan menanyakan ke Ruang Resepsionis dan bilang kepada Ibu Resepsionis,”Bu kalau kelas Oh Se Hoon,yang kuliahnya semester 2 dimana?”,dan resepsionis itu menjawab “Oh Se Hoon berada di kelas 13 C di lantai 3”,setelah tau kelas Sehun Cheonsa langsung buru-buru ke kelas Sehun.

Sesampainya di kelas Sehun,Cheonsa melihat Sehun sedang serius mengerjakan so’al IPA,Cheonsa pun menepuk pundak Sehun “Sehun,ini Cheonsa”,dengan kaget Sehun menjawab “Oh Cheonsa aku piker siapa,sekarang kamu sekolah disini?”,cheonsa menjawab “Iya Sehun-shii,kau kan janji akan mengunjungi kelasku tiap istirahat,kunjungilah kelasku di 12 A lantai 2!”,dan Sehun menjawab “Ne,aku akan mengunjungi kelasmu,oh iya panggil aku Oppa saja ya Cheon!”,dan Cheonsa menjawab “Ne,Oppa Sehun,oh iya boleh tidak aku mengunjungi rumahmu hari ini?”,dan sehun menjawab “Tidak bisa Cheonsa,hari ini aku akan melakukan syuting MV Single MAMA,yaitu single EXO-K…,uppsss…”,dan cheonsa menjawab “Waah ketauan deeh single EXO MAMA yah?”,sehun menjawab “Iya,iya deeh tapiii sutt…,Cuma kamu fans yang baru tau single EXO inii”,ucap sehun sambil memegang pundak Cheonsa dan menatap mata Cheonsa dengan sinis”,Cheonsa menjawab “Oppa ternyata tatapanmu EVIL juga yaa XD,oh iya kapan Single MAMA di-release Oppa?”,dan Sehun menjawab “Emm…,sekitar 2 hari lagii…,oh iya kau mau lihat aku tidak,syuting MV MAMA?”,dan Cheonsa menjawab “Ne oppa,Cheon mauu…,sekalian liat member-member EXO lainnya hehe…”,dan sehun menjawab “Okeee….sipp aku tunggu Cheon”,ujar Sehun sambil memegang kedua tangan Cheonsa,dan cheonsa menjawab “ooh ya sudah aku kembali ke kelas yaa oppa bye…”,lalu Sehun menjawab “Jjinja Cheon jangaaan duluu,aku ingin menunjukan sesuatu padamu,dan Sehun menunjukkan aksi Aegyo bbuing bbuing nya pada Cheonsa,dan Cheonsa menjawab “Hahaha…oppa cute sekalii”,dan Sehun langsung memeluk Cheonsa dan mengatakan “Sebenarnya aku sangat sayang padamu,boleh tidak aku memanggilmu “Yeoboeya”,dan Cheon menjawab “Haaah oppa memanggilku sayang,jjinja oppa panggil aku “Saeng” sajaa,kita kan baru kenal”

 

*Sepulang Kuliah Kemudian.

Tenggg….tenggg….tenggg,bell pulang berbunyi Sehun langsung menuju kelas Cheonsa,dan bilang pada Cheonsa “Saeng,kan kau mau ikut padaku dalam pembuatan MV MAMA”,dan Cheonsa menjawab “Ne,oppa akuu siap”,dan akhirnya Sehun dan Cheonsa pun pergi ke tempat pembuatan MV MAMA

Sesampainya disana,Sehun berpesan pada Cheonsa “Hati-hati Yeoboeya jika terjadi sesuatu aku mau ganti baju dulu”,sambil mengecup kening Cheonsa,dan Cheonsa menjawab “Ne oppa,FIGHTING!!!”

*Setelah Sehun mengganti baju

Sehun datang ke Cheonsa dan bilang “Cheonsa,mauu lihat member-member EXO yang lain tidak,kalau mau ayo ikut aku!”,kemudian Cheonsa menjawab “Ne,akuu mau baget”,dan Sehun menjawab “Ayoo let’s go Saeng”,sambil memegang tangan Cheonsa yang lembut,setelah bertemu member-member EXO yang lainnya,Leader EXO-K yaitu Suho berkata “Siapa itu Sehun?,pacarmu?,dia cantik sekali”,dan Sehun menjawab “Aniyaaa…Hyung,dia fans kitaa”,dan Suho menjawab “Siapa namanya?”,sehun menjawab “dia Cheonsa”,dan suho menjawab “Oh berarti dia ANGEL doong!”,dan Sehun menjawab “Iyaa Hyung”,kemudian Suho,D.O,Baekhyun,Chanyeol,Kai begitu pula para member EXO-M ,Kris,Tao,Xiumin,Lay,Luhan, dan Chen berkenalan dengan Cheonsa,dan semuanya bilang pada Cheonsa bahwa dia itu cantik dan cocok berpacaran dengan Sehun

 

*Setelah selesai me-release Single EXO “MAMA”,dan 3 bulan kemudian

Sewaktu acara EXO Showcase di Seoul Korea,pas sewaktu para member EXO memperkenalkan diri,kini giliran Sehun yang memperkenalkan dirinya,dan Sehun bilang “Annyeong all EXOTICS,Sehun Imnida,aku ingin memperkenalkan fans pertama ku,dan termasuk fans pertama EXO,aku panggilkan Cheonsa untuk naik ke atas Stage”,dan Cheonsa pun naik ke atas panggung,lalu Sehun bilang “Cheonsa maukah kau menjadi Yeoja Chingu-ku?,kata Sehun sambil memegang kedua tangan Cheonsa,dan Cheonsa menjawab “Ne oppa Sehun,my Yeoboeya,saranghaeyo imal itjima oppa”,dan kemudian para penonton EXO Showcase berteriak “Oppa sangat cocok dengan Cheonsa”,dan kemudian Sehun mencium kedua pipi Cheonsa sambil mengatakan “Saranghae to my Yeoboeya”

Di akhir acara para member EXO menyayikan Lagu “ANGEL”,untuk Cheonsa dan tidak lupa untuk semua EXOTICS

 

                                                                              -ENDING-

 

Image

Sehun at BLACK Pearl Teaser

23 Mar

Sehun at BLACK Pearl Teaser

Inii sehun rambutnya masih panjang,jadi agak aneh,kalo sekarang mah udah ganteng

Image

Suho EXO-K at Incheon Airport

23 Mar

Suho EXO-K at Incheon Airport

1